BAN

BAN
Buku Pidato 4 Bahasa Aceh, Arab, Inggris dan Indonesia Bahagi Pemula

Contoh Pidato Bahasa Indonesia


Syukri Isa Bluka Teubai


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

الحمدلله، الحمدلله رب العالمين والصلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين وعلى اله واصحابه اجمعين. اما بعد.
Alhamdulillah, alhamdulillahirabbil ‘alamin was shalatu was salamu ‘ala asyrafil ambiyai wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ash habihi ajma’in. Amma ba’du.

Segala puji dan syukur marilah sama-sama kita sampaikan kehadirat Allah SWT, yangmana oleh Allah telah memberi kita umur panjang, sehat pikiran beserta dengan sehatnya ketujuh anggota di badan.

Allah yang punya langit dan bumi, yang punya siang dan malam, matahari, bulan dan bintang oleh kerana takdir-Nya lah semua apa yang kita lakukan, tercapai sebagaimana mustinya.

Selawat dan salam sama-sama pula kita do’akan kepada salah seorang nabi akhir zaman tiada yang lain, ia adalah Muhammad SAW, penghulu segala nabi. Yang oleh kerana beliaulah derajat para perempuan ada, akhlak-akhlak penghuni bumi ini tersempurnakan.

Sebagaimana seruan di dalam satu hadist: “Innama bu’istu li utammima makarimal akhlaq; sesungguhnya aku diutus ke dunia hanyalah untuk menyempurnakan akhlak.”

Penghormatan saya kepada.......
Penghormatan saya kepada.......
Penghormatan saya kepada.......

Adapun berdirinya saya di sini, tidak lain dan tidak bukan iaitu hanya untuk menyampaikan sepatah dua kata, yang berjudul/bertema:


Tanggung Jawab Penerus Bangsa

Para pendengar yang budiman;

Sebagai generasi muda, penerus cita cita diri, ibu-bapak dan negeri, mari berproseslah, duhai kita yang masih muda- muda ini, bahawa perjalan itu masih sangat-sangat jauh untuk sekalian kita lalui duhai taulanku. Hari ini, apa yang sudah  kita lakukan? Berapa banyak hal bermanfa’at yang telah dilakukan? Jangan dulu dipersoalkan perbuatan baik kita kepada orang lain, tapi, hanya untuk diri, pribadi masing-masing sahaja. Sudah adakah hal bermanfa’at yang telah dilakukan untuk diri kita sendiri di hari ini, sudah adakah?

Generasi muda, calon pewarna bangsa, bahawa sepuluh, lima belas dan dua puluh tahun ke hadapan nanti adalah bangsa ini ada di tangan kita duhai taulanku! Nantinya bangsa ini bukan ada pada mereka apalagi pada orang-orang yang pada hari, setidaknya seperempat atau setengah dari perjalanan hidupnya sudah terlewati, bukan pada mereka, masa mereka itu sudah selesai. Oleh kerana itu kita-kita inilah sekalian penentu di masa! Kita masih muda, masih memiliki banyak cerita, baik itu tentang semua cita-cita dan sebagainya, maka mari berproseslah!

Hadirin yang saya muliakan.....

Membaca adalah hal yang paling dibenci bagi yang membencinya, saya bertanya kepada anda-anda di sini! Siapa yang benci pada membaca dan siapa yang tidak? Tak usah tunjuk tangan, anda cukup menjawab pertanyaan ini di dalam hati sahaja. Begitu pula dengan banyak hal yang lainnya, saya yakin satu orang dari kita di sini hanya akan suka beberapa hal sahaja yang mahu dilakukan di dalam hidupnya kerana begitu juga dengan saya. Akan tetapi di dalam surah Al ‘Alaq, ayat satu sampai dengan ayat lima, bahawa jelas sekali akan seruan Allah SWT untuk semua dan kita sama-sama tahu akanpada ayat yang ada di dalam Al-Qur’an tersebut.


Yang berbunyi:
اقرأ باسم ربك الذى خلق [1] خاق الإنسان من علق [2] اقرأ وربك الأكرم [3] الذى علم بالقلم [4] علم الإنسان ما لم يعلم [5]
Artinya:

“1. (Bacalah) dengan menyebut nama tuhanmu yang menciptakan. 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. (Bacalah) dan Tuhanmu lah yang paling pemurah. 4. Yang mengajari (Manusia) dengan perantara qalam. 5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (Manusia).

Dan rupanya dari beberapa hal yang telah kita sukai itu masihlah sangat-sangat sedikit dari apa yang masih dimiliki oleh dunia ini, masihlah sangat sedikit sekali dengan apa yang ada di dunia ini dan mungkin tidak pun sampai sepuluh persen rasa suka kita terhadap apa yang telah disukai itu, nah. Pernahkah kita berfikir tentang itu. Bahawa kita ini masihlah menyukai yang sedikit daripada yang banyak terutama akanpada ilmu pengetahuan yang ada. Maka duhai taulanku, generasi muda, pewarna dunia khususnya, Aceh, mari galakkan diri pada semua hal tentunya dalam hal yang positif, kita tidak berbicara pada hal yang negatif, kerana orang muda itu masih memiliki jiwa yang bersih maka di usianya yang masih muda tidak boleh ada hal-hal negatif di dalam dirinya, oleh kerana nantinya akan merusak pribadi muda itu sendiri.

Generasi muda, mari galakkan diri ini untuk membaca, sungguh jendela dunia itu ada. Hari ini anda membaca satu kalimat, bulan depan anda harus membaca satu buku, tahun depan anda harus membaca akan sekalian buku-buku, terserah buku apa pilihan anda, maka beberapa tahun kemudian serasa dunia ini seperti ada di dalam genggaman tangan anda, percayalah. 

Mari sama-sama kita berkaca lagi kepada salah satu ayat yang ada di dalam Al-Qur’an, marilah sejenak menyimaknya:

يرفع الله الذين امنوا منكم والذين اوتوا العلم درجات.

Yang artinya:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat (Qs. Al-Mujadalah-11).”

Jadi, untuk detik ini, di hari ini tidak boleh ada lagi alasan-alasan sepele di dalam diri kita ini, sama sekali jangan pernah ada lagi dan bahawa berakhlak mulia dan beradab adalah keutamaannya. Mari sama-sama kita melihat telapak tangan masing-masing untuk hari ini maka berjanjilah di dalam diri yang bermaruah dan berkepribadian tinggi, bahawa sepuluh, lima belas dan dua puluh tahun ke hadapan nanti kita-kita yang sekarang ini akan menjadi? Akan menjadi siapakah kita nanti? Mari menanti dan yakinlah.

Mungkin, hanya ini yang dapat saya sampaikan, saya akhiri, billahit taufiq wal hidayah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Writer; Syukri Isa Bluka Teubai.


Posted By; Belukar Aceh News.

Posting Komentar

0 Komentar